Hari ini 21 Maret 2013..
Sama seperti hari-hari lain sebelumnya, aku membenamkan diri untuk bertemu diri sendiri. 10 menit berbincang dengan diri sendiri, bercerita tentang apa saja yang dilalui hari ini. Satu pertanyaan yang membuatku tertegun, "Sudah berapa umurku?"
Usia memang bukan patokan untuk sebuah kematangan, usia memang bukan sebuah acuan untuk menargetkan pilihan. Usia punya arti yang jauh lebih penting dari itu.
Usia menjadi sangat penting ketika kita telah menghabiskan banyak tahun untuk banyak sesuatu yang tidak berguna. atau memperkosanya hanya untuk kesenangan, dan yang lebih parahnya ketika usia yang banyak tidak membungkus banyak kebaikan yang harusnya berimbang.
Aku menoleh 6 tahun kebelakang, ketika aku duduk di bangku SMA. Aku menghabiskan banyak waktu dengan kawan-kawanku dan menjadi sedikit waktu dengan keluargaku. Tanpa kusadari, kawan-kawanku menjadi tempat bereksplorasi dan mengembangkan diri, sedang keluarga menjadi zona yang aman dan nyaman untuk memarut kepenatan.
Aku sama gilanya dengan kawan-kawanku, melakukan hal gila untuk kesenangan. Melakukan hal konyol untuk meninggalkan sebuah kenangan. Sekarang sudah jauh berubah dari yang pernah aku lalui. Kawanku ada yang masih menjadi kawanku yang dulu dengan kesenangan dan kekonyolannya. Ada yang telah menjadi imam di keluarganya. Ada pula yang pergi jauh ke Russia dan Inggris untuk ilmu dan hidup. Ada juga yang harus bekerja keras untuk memikul tanggung jawab keluarga dan diri sendiri. Ada yang berhasil menikah dengan cita-citanya, ada pula yang mesti tertahan oleh keterbatasannya. Semua menjadi nyata ketika usia nyaris seperempat abad.
Lalu apa yang Kami cari? Kamu? Aku? Dia? atau Mereka?
Masih kah kita Bermanja dengan Kesenangan dan Tidur dengan Kekonyolan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar