Kenyataan memang bukan untuk diendapkan dalam pikir dan angan. Kenyataan akan terasa lebih sensasional ketika kita mencumbunya. Mencumbu dengan mesra untuk menikmati betapa pedihnya ia. Mencumbu untuk dengan mesra untuk merasakan betapa ada sisi yang jauh tak terpikir dalam angan.
Luapan emosi yang dibawa butir buih alkohol mungkin bisa mengantarkan kita melayang jauh pada kenyataan. Namun seperti sifat buih, ia akan hilang dan sirna begitu saja. Kembali membawa kita dalam kenyataan.
Tidak ada yang menyalahkan manusia yang melarikan diri dalam angan. Namun ia akan menjadi ironi ketika kita merasa nyaman dan tidak ingin kembali pada kenyataan.
Aku akan selalu ada menemanimu duhai sahabatku.
Aku akan ikut larut bersamamu dalam suasana suka, suasana lara.
Kembali membawamu dan menemanimu dalam kenyataan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar