Memasuki abad ke-19, koran mulai mendapat saingan dengan munculnya radio sebagai sarana komunikasi baru yang jauh lebih cepat. Pada saat itu banyak orang berpendapat bahwa koran akan mati karena penikmat berita akan beralih ke radio. Namun agaknya hal ini bukan menjadi masalah lagi ketika ancaman itu tidak terbukti. Apalagi ketika alih fungsi radio menjadi sarana hiburan.
Pada abad ke-20 muncul ancaman baru untuk koran, yaitu televisi. Televisi lebih memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh media lain seperti koran atau radio. Televisi mampu menampilkan audio (suara) sekaligus video (gambar). Namun lagi-lagi hal ini bukan menjadi masalah ketika ancaman televisi tidak terbukti untuk eksistensi koran dalam dunia media masa.
Pada masa sekarang ancaman untuk koran kembali muncul. Sarana komunikasi tercepat yang pernah ada dalam sejarah peradaban manusia, yaitu internet. Internet seperti yang telah kita ketahui adalah sarana komunikasi berbasis komputer. Internet memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh koran, seperti cakupan isi, kecepatan, sampai efisiensi. Internet merupakan sebuah tantangan serius bagi eksistensi koran. Maka pertanyaan yang muncul adalah, mampukah koran bertahan dan tetap eksis dengan munculnya media komunikasi yang memiliki banyak kelebihan ini?
Menghadapi Tantangan
Dalam film dokumenter yang berjudul “Stopping The Presses For Good” dijelaskan bahwa dampak yang ditimbulkan dari berkembangnya sarana internet ini akan mengancam keberadaan koran sebagai sarana komunikasi klasik yang masih bertahan sampai sekarang. Fasilitas untuk mengakses internet sudah sangat berkembang.
Kelemahan koran yang paling terlihat adalah dalam hal kecepatan penyampaian berita dan cakupan (banyak) berita yang disajikan. Dikatakan bahwa koran akan mendekati akhir masa jayanya atau bisa dibilang akan mati. Apakah hal ini benar? Mungkin benar dan sangat mungkin salah. Masyarakat modern dalam konteks media masa yang diramalkan adalah masyarakat yang memiliki sebuah alat yang bisa mengakses internet dimanapun berada.
Kebutuhan masyarakat akan berita sudah sangat besar. Generasi sekarang adalah generasi yang serba digital. Masyarakatnya adalah orang yang memiliki tingkat kesibukan yang sangat tinggi. Maka dari situ internet menjadi solusi yang sanggup menjawab kebutuhan ini. Namun hal yang paling mendasar yang harus dilihat adalah keberadaan koran di masyarakat. Koran bukan hanya menjadi sebuah media yang berkutat dalam penyampaian berita saja. Koran memiliki aspek penting yang bisa membuatnya bertahan menghadapi segala tantangan yang muncul. Aspek itu adalah budaya. Budaya ini terbentuk karena intensitas hubungan manusia dengan koran ini sangat tinggi. Kebiasaan ini membuat manusia menanggapi koran menjadi sebuah kebutuhan yang pada akhirnya berlanjut menjadi budaya yang telah menyatu dengan masyarakat.
Film “Stopping The Presses For Good” mengatakan bahwa internet adalah ancaman serius bagi eksistensi koran. Hal ini terbukti dengan penurunan jumlah penjualan koran yang cukup signifikan di Amerika yang mencapai 28%. Ancaman ini saya akui memang sangat serius. Namun ancaman ini bisa disiasati dengan membuat inovasi dalam penyajian koran.
Inovasi Itu Penting
Inovasi Itu Penting
Hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah perubahan dalam penyajian berita. Koran jelas tidak mungkin menang dalam hal kecepatan, maka yang harus ditekankan adalah segi investigasi yang lebih mendalam sehingga membantu pembaca dalam mencerna berita. Karena bila koran hanya menyajikan fakta saja, maka hal itu sama saja seperti berita yang ada dalam internet.
Pembaca bukan hanya sedakar ingin tahu soal apa yang terjadi, namun juga kupasan berita yang berbobot dan berkualitas dari si penyaji berita. Hal lain yang perlu dilakukan adalah penambahan variasi isi koran. Koran tidak boleh hanya soal berita yang “berat-berat” saja, namun juga mesti diselingi dengan berita yang ringan, seperti berita pariwisata, mitos, dan lain sebagainya. Mengingat sejarah dari koran dan hubungan dengan penikmatnya saya yakin bahwa koran akan sangat mungkin bertahan dengan kehadiran internet.
Film yang berjudul “Stopping The Presses For Good” hanya menjelaskan kemungkinan logis yang mungkin akan terjadi dengan kehadiran internet sebagai sarana pemenuhan kebutuhan akan berita, tanpa melihat aspek historis dan kualitas isi dari sebuah koran. Koran akan mampu bertahan apabila koran membuat inovasi dalam penyajiannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar