Senin, 19 November 2012

Kita Laki-Laki, Atau Pria?

Apakah pria itu?

Banyak wanita berpikir bahwa pria merupakan sosok laki-laki dewasa yang mengayomi, hangat, berpendidikan, serta mapan secara ekonomi. Makhluk ini ditandai dengan pakaian rapi lengan panjang, rambut pendek mengkilap, serta tunggangan roda empatnya. Rata-rata wanita sangat mendambakan sosok seperti ini. Namun, mari kita telusuri lebih dalam asal mula Label seperti ini.

Pria dengan inisiatif kah, atau wanita dengan impian seorang pria ideal?

Melihat konteks Indonesia, cara berpakaian kita sekarang merupakan serapan tradisi dari barat. Bahwa pada jaman raja-raja, laki-laki yang dianggap pria adalah mereka yang memiliki kekuasaan dan ilmu kanuragan. Masuk pada fase kolonial. Bahwa laki-laki yang dianggap pria adalah mereka yang keturunan bangsawan dengan busana ala barat. Pandangan umum mengenai sosok pria ideal.

Bila ada seorang pria malang melintang di jalanan dengan busana jaman raja-raja jawa. Dengan kumis tebal, pakaian sarung, gelang lengan, dan sisipan keris di pinggang belakang, maka jaminan yang saya berikan adalah undangan masal untuk gelak tawa atau senyum nyiyir.

Pandangan dahulu telah berubah, berbeda dengan pandangan sekarang. Maka bila seorang pria dinilai hanya dari tampilan fisik, maka hal ini perlu dipertanyakan. Apakah semua itu muncul dari inisiatif, atau merupakan paparan dari pandangan umum?

Sederhana. "Pria adalah laki-laki dengan karakter kuat, dengan perasaan dan logika seimbang, kemandirian, serta kemerdekaan."

Laki-laki yang masih dijajah dengan pandangan umum apakah masih bisa dibilang sebagai pria?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut